Bisoprolol Fumarate 5 mg 10 Tablet (Generik – Dexa Medica)

Bisoprolol Fumarate 5 mg (Generik - Dexa Medica)

Rp9.100

BELI DI TOKOPEDIA

BELI DI SHOPEE

Komposisi

Setiap tablet mengandung Bisoprolol Fumarate sebanyak 5 mg.

Kategori

Hipertensi

Indikasi Umum

Bisoprolol Fumarate digunakan untuk pengobatan hipertensi dan angina pektoris, gagal jantung kronik stabil sedang sampai berat dengan penurunan fungsi ventrikular sistolik sebagai tambahan terhadap ACE inhibitor, atau Diuretik, atau Glikosida jantung.

Deskripsi

Bisoprolol Fumarate adalah obat anti hipertensi golongan Beta-Blocker Kardioselektif. Bisoprolol merupakan golongan obat beta-blocker yang bekerja dengan cara menghambat kerja sistem saraf simpatis pada jantung dengan menghambat reseptor beta-adrenergik jantung. Obat penghambat beta-adrenergik seperti Bisoprolol menurunkan kecepatan denyut jantung dan bermanfaat dalam terapi irama jantung yang cepat secara tidak normal. Bisoprolol juga menurunkan kekuatan kontraksi dari jantung dan menurunkan tekanan darah. Dengan menurunkan kecepatan denyut jantung dan kekuatan kontraksi otot, obat penghambat beta-adrenergik akan menurunkan kebutuhan jantung terhadap oksigen. Dengan demikian, maka obat ini digunakan untuk mengobati hipertensi sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan antihipertensi lain dan pengobatan angina serta gagal jantung kronik.

Dosis

Hipertensi dan angina : Sehari 1 kali 5 mg pada pagi hari. Kebanyakan kasus dapat terkontrol dengan pemberian 2 tablet/hari (10 mg).

Disfungsi ginjal atau disfungsi hati berat : maksimum dosis per hari adalah 2 tablet/hari (10 mg).

Gagal Jantung Kronik (CHF). 1,25 mg sehari sekali untuk satu minggu, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 2,5 mg sehari sekali untuk minggu berikutnya, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 3,75 mg sehari sekali untuk minggu berikutnya, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 5 mg sehari sekali untuk 4 minggu berikutnya, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 7,5 mg sehari sekali untuk 4 minggu berikutnya, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 10 mg sehari sekali untuk terapi pemeliharaan. Setelah pemberian awal 1,25 mg, pasien harus diamati selama lebih kurang 4 jam (terutama berkaitan dengan tekanan darah, detak jantung, gangguan konduksi, tanda-tanda memburuknya gagal jantung).

Aturan Pakai

Bisoprolol Fumarate lebih baik dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25 ℃ (68-77 ℉), terlindung dari cahaya. Hindari dari jangkauan anak-anak.

Kemasan

1 Blister @ 10 Tablet

Efek Samping

Bradikardi, gagal jantung, hipotensi, gangguan konduksi, bronkospasme, vasokonstriksi perifer, gangguan saluran cerna, fatigue, gangguan tidur, jarang ruam kulit dan mata kering (reversibel bila obat dihentikan), eksaserbasi psoriasis.

Interaksi Obat

  • Peningkatan efek obat bisoprolol jika dikonsumsi bersama obat golongan antiaritmia kelas I, seperti lidocain dan phenytoin.
  • Peningkatan aktivitas saraf simpatik, seperti jantung berdebar jika dikonsumsi bersama obat reserpine dan guanethidine.
  • Peningkatan risiko terjadinya bradikardia (denyut jantung lambat) jika dikonsumsi bersama digoxin.
  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi berat dan atrioventrikular block (terhambatnya aliran impuls listrik ke jantung) jika digunakan bersama obat antagonis kalsium, seperti diltiazem dan verapamil.
  • Peningkatan risiko bertambah parahnya kondisi gagal jantung jika digunakan bersama obat metildopa atau klonidin.
  • Penurunan efektivitas bisoprolol jika digunakan bersama obat golongan obat AINS dan rifampicin.

Kontra Indikasi

Obat ini secara umum ditoleransi dengan baik dengan efek samping yang ringan dan sementara. Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Kram abdomen, diare, pusing, sakit kepala, mual, denyut jantung lambat, tekanan darah rendah, keadaan mati rasa, kesemutan, ekstremitas dingin, nyeri tenggorokan, dan sesak napas atau mengi, kelelahan, asma, gagal jantung yang tak terkendali, bradikardi yang nyata, hipotensi, sindrom penyakit sinus, blok AV derajat dua atau tiga, syok kardiogenik, feokromositoma.

Bronkospasme. Beta bloker, termasuk yang dianggap kardioselektif, seharusnya tidak diberikan kepada pasien dengan riwayat asma atau bronkospasme. Namun, pada situasi yang sangat jarang dimana beta bloker harus diberikan pada pasien demikian, dapat diberikan beta bloker yang kardioselektif dengan sangat hati-hati dan di bawah pengawasan spesialis.

Perhatian

Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.

Kemanan dan efektivitas pada pasien anak belum diketahui.

Jangan menggunakan Bisoprolol tanpa pengawasan dokter, khususnya pasien yang memiliki penyakit arteri koroner.

Pada penderita pheokromositoma, Bisoprolol sebaiknya tidak diberikan setelah terjadi blokade alfa.

Penggunaan Bisoprolol dianjurkan untuk diberikan secara hati-hati pada pasien dengan kondisi:

  1. Bronkospasme (asma bronkial, penyakit saluran nafas obstruktif)
  2. Menerima terapi desentisasi atau anastesi inhalasi secara bersamaan
  3. Diabetes melitus dengan fluktuasi kadar gula darah yang cukup besar, karena dapat menyamarkan gejala hipoglikemia
  4. Puasa ketat
  5. Blok AV tahap awal
  6. Angina Prinzmetal
  7. Penyakit oklusif arterial perifer (terutama di awal terapi)
  8. Pasien gagal ginjal atau hati, penyesuaian dosis harus dilakukan dengan hati-hati.

Kategori kehamilan: Kategori C

Studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin.

Kategori D:

Terbukti berisiko terhadap janin (pada trimester 2 dan 3). Meski demikian, obat masih dapat digunakan jika obat diperlukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa, atau penyakit serius, dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif.

Segmentasi

K Merah

Manufaktur

Dexa Medica