Erphaflam 50 mg 10 Tablet Salut Gula

Erphaflam 50 mg 10 Tablet

Rp4.420

BELI DI TOKOPEDIA

BELI DI SHOPEE

Komposisi

Setiap tablet salut gula Erphaflam 50 mg mengandung Kalium Diklofenak sebanyak 50 mg.

Kategori

Analgesik / Anti nyeri dan Anti inflamasi

Indikasi Umum

Terapi akut & kronik tanda-tanda dan gejala-gejala Rhematoid Arthritis, Osteoarthritis & spondilitis ankilosa. Penaatalaksanaan nyeri dan dismenore primer (nyeri haid), nyeri sendi, sakit gigi akibat peradangan, migrain akut, rematik non artikular, serangan akut dari gout, nyeri pasca bedah nyeri karena batu ginjal dan batu empedu, serta sebagai pengobatan pendukung untuk peradangan akibat infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Deskripsi

Erphaflam merupakan obat golongan analgesik/antinyeri dan antiinflamasi yang mengandung zat aktif kalium diklofenak 50 mg. Kalium diklofenak adalah obat Non-Steroidal Anti-iIflammatory Drug (NSAID) atau disebut juga AINS (Anti Inflamasi Non-Steroid), merupakan turunan dari asam fenilasetat. Mekanisme kerja obat ini yaitu dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda. Obat ini diserap dengan sempurna melalui saluran pencernaan dan kadar puncak dalam darah tercapai  dalam waktu 2-3 jam. lebih dari 90% terikat dengan protein plasma, terutama albumin. sebagian besar diekskresi dalam urin dan hanya sebagian kecil diekskresi dalam empedu.

Dosis

Dewasa : dosis awal 100-150 mg per hari (dalam 2-3 kali dosis terbagi).
Anak usia 14 tahun ke atas : 75-100 mg per hari (dalam 2-3 kali dosis terbagi).
Pengobatan nyeri dan osteoarthritis, dosis maksimal : 150 mg per hari.
Rheumatoid arthritis, dosis maksimal : 225 mg / hari.
Spondilitis ankilosa dosis maksimal : 125 mg / hari.

Migrain, awal : 50 mg pada serangan pertama. Jika dalam 2 jam setelah pemberian dosis pertama nyeri tidak reda, dosis dapat diulang.

Aturan Pakai

Erphaflam lebih baik dikonsumsi segera sesudah makan.

Cara Penyimpanan

Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matarhari dan jauhkan dari tempat yang lembab.

Kemasan

1 Strip @ 10 Tablet salut gula

Efek Samping

Gangguan saluran pencernaan, mual, sendawa, nyeri epigastrium, diare, hilangnya nafsu makan, pusing, sakit kepala, mata merah, mengantuk, hidung tersumbat, gatal, keringet berlebihan, peningkatan tekanan darah, pembengkakan atau nyeri di lengan atau kaki., gagal jantung kongestif, edema, ulserasi, perdarahan, gangguan kardiovaskuler, reaksi hipersensitif, gangguan fungsi ginjal.

Interaksi Obat

Erphaflam dapat terjadi interaksi bila digunakan bersamaan dengan :

  • Kortikosteroid : dapat meningkatkan resiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Digoksin : dapat meningkatkan resiko stroke dan serangana jantung.
  • ACE Inhibitor, ciclosporin, diuretik, dan tacrolimus.: dapat meningkatkan resiko hiperkalemia
  • Meningkatnya efek samping Kaditic, jika dikonsumsi bersamaan dengan obat digoxin, lithium, methotrexate dan phenytoin.
  • Berkurangnya efektivitas Kaditic, jika dikonsumsi bersama obat cholestyramine.
  • Adrenergic neurone blockers : AINS memberikan efek antagonis terhadap efek hipotensi Adrenergic neurone blocers.
  • Alfa bloker : memberikan efek antagonis terhadap efek hipotensi Alfa bloker.
  • AINS lainnya seperti asetosal, ketorolac : dapat meningkatkan efek samping perdarahan.
  • Antagonis reseptor angiotensin II : dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
  • Antasida : mengurangi absorpsi diflunisal.
  • Kuonolon : dapat meningkatkan risiko konvulsi.
  • SSRI, venlafaksin : meningkatkan risiko perdarahan.
  • Sulfonilurea : dapat meningkatkan efek sulfonilurea.
  • Fenitoin : dapat meningkatkan efek fenitoin.
  • Zidovudin : dapat meningkatkan risiko toksisitas dalam darah.
  • Beta bloker : dapat memberikan efek antagonis terhadap efek hipotensi beta bloker.
  • Diuretik : dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas AINS, juga memberikan efek antagonis terhadap efek diuretik.
  • Klopidogrel : dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Kontra Indikasi

Tidak boleh dikonsumsi oleh penderita dengan kondisi di bawah ini :
  • Hipersensitivitas terhadap obat kalium diklofenak
  • Pasien dalam kondisi perdarahan
  • Penyakit perforasi usus atau lambung
  • Penyakit tukak lambung
  • Pasien dalam kondisi hamil dan menyusui
  • Pasien dengan riwayat tercetusnya serangan asma, urtikaria atau rinitis akut akibat obat-obat anti-inflamasi non-steroid
  • Penyakit jantung iskemik
  • Penyakit arteri perifer
  • Penyakit serebrovaskuler
  • Pasien dengan gangguan ginjal
  • Pasien lanjut usia.

Perhatian

Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.
Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat, gangguan saluran pencernaan, tukak lambung, jantung iskemik, ibu hamil dan menyusui. Pemberian bersama aspirin tidak dianjurkan. Pemantauan fungsi ginjal dan fungsi hati untuk tindakan pencegaha, tidak dianjurkan untuk digunakan pada ibu menyusui.
AINS dapat meningkatkan risiko kejadian trombotik kardiovaskuler serius, infark miokard, dan stroke yang dapat fatal. Kejadian ini meningkat dengan lamanya penggunaan. AINS dapat meningkatkan risiko kejadian efek samping gastrointestinal serius seperti perdarahan lambung, ulserasi dan perforasi usus dan lambung yang dapat fatal. Pasien usia lanjut mempunyai risiko lebih besar untuk efek samping gastrointestinal.
Kategori Kehamilan : C (studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin.

Segmentasi

K Merah

Manufaktur

Erlimplex