Ranitidine HCl 150 mg 10 Tablet (Generik – Hexpharm Jaya)

Ranitidine HCl 10 Tablet (Generik - Hexapharm Jaya)

Rp2.080

BELI DI TOKOPEDIA

BELI DI SHOPEE

Komposisi

Setiap tablet mengandung Ranitidine HCl sebanyak 150 mg.

Kategori

Saluran Pencernaan

Indikasi Umum

Tukak lambung dan tukak duodenum, refluks esofagitis, dispepsia episodik kronis, tukak akibat AINS, tukak duodenum karena H.pylori, sindrom Zollinger-Ellison, kondisi lain dimana pengurangan asam lambung akan bermanfaat.

Deskripsi

Ranitidine merupakan golongan Antagonis reseptor H2 yang bekerja dengan memblok reseptor histamin pada sel pariental tidak dapat dirangsang mengeluarkan asam lambung. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi radang atau tukak pada lambung, usus, serta esofagitis.

Semua antagonis reseptor-H2 mengatasi tukak lambung dan duodenum dengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat penghambatan reseptor histamin-H2. Obat ini dapat juga digunakan untuk mengatasi gejala refluks gastroesofagus (GERD). Meskipun antagonis reseptor-H2 dosis tinggi dapat digunakan untuk mengatasi sindroma Zollinger-Ellison, namun penggunaan penghambat pompa proton lebih dipilih. Pada pasien dengan usia yang lebih muda pengobatan dispepsia dengan antagonis reseptor-H2 dapat diterima, namun perhatian khusus perlu diberikan kepada orang dewasa yang lebih tua karena adanya kemungkinan kanker lambung. Terapi antagonis reseptor-H2 dapat membantu proses penyembuhan tukak yang disebabkan oleh AINS (terutama duodenum). Penggunaan antagonis reseptor-H2 juga mengurangi risiko aspirasi asam pada pasien obstetrik pada saat melahirkan (sindroma Mendelson).

Dosis

Ulkus peptikum & Ulkus duodenum : 
Dewasa : Sehari 2 kali 150 (Pagi dan malam hari) atau Sehari 1 kali 300 mg sesudah makan malam atau sebelum tidur, selama 4-8 minggu
Anak :  Sehari 2 kali 2-4 mg/kg bb, maksimal 300 mg sehari.
Terapi pemeliharaan dewasa : Sehari 1 kali 150 mg, sebelum tidur
Refluks gastroesofagitis : Sehari 2 kali 150 mg

Aturan Pakai

Ranitidine lebih baik dikonsumsi sebelum makan atau sesudah makan malam / sebelum tidur.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25 ℃ (68-77 ℉), terlindung dari cahaya. Hindari dari jangkauan anak-anak.

Kemasan

1 Strip @ 10 tablet salut selaput

Efek Samping

  • Susunan saraf pusat : sakit kepala; Jarang terjadi : malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo, agitasi, depresi, halusinasi
  • Kardiovaskular, jarang dilaporkan : aritmia seperti takikardia, bradikardi, blok atrioventrikular, premature ventricular beats
  • Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual dan muntah, nyeri perut; Jarang dilaporkan : pankreatitis
  • Muskuloskeletal, Jarang dilaporkan : artralgia dan mialgia
  • Hematologik : leukopenia, granulositopenia, pansitopenia, thrombositopenia (pada beberapa penderita)
  • Reaksi kulit : termasuk eritema ultiform, dan nekrolisis epidermal yang toksik
  • Reaksi hipersensitivitas
  • Dilaporkan juga kasus ginekomastia dan impotensi, namun jarang terjadi

Interaksi Obat

  • Menurunkan efektivitas Tetrasiklin dengan cara mempengaruhi absorbsi dari tetrasiklin.
  • Pemberian bersama warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan waktu protrombin.
  • Menurunkan efektivitas ranitidin, jika digunakan bersamaan dengan antasida. sebaiknya penggunaannya diberi jarak waktu berselang 2 jam setelah penggunaan antasida.

Kontra Indikasi

Ranitidine tidak boleh dikonsumsi oleh penderita yang hipersensitif terhadap ranitidine atau H2 reseptor antagonis lainnya.

Perhatian

Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.
Antagonis reseptor-H2 sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal, Antagonis reseptor-H2 dapat menutupi gejala kanker lambung, perhatian khusus perlu diberikan pada pasien yang mengalami perubahan gejala dan pada pasien setengah baya atau yang lebih tua.
Hindarkan pemberian pada penderita dengan riwayat porfiria akut. Pemberian pada wanita hamil hanya jika benar-benar sangat dibutuhkan, wanita menyusui.
Kategori Kehamilan : B
Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang  percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trisemester 1 (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trisemester selanjutnya).

Segmentasi

K Merah

Manufaktur

Hexpharm Jaya