Deskripsi
Komposisi
Kategori
Anti Nyeri
Indikasi Umum
Feminax dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri termasuk nyeri haid serta nyeri perut.
Deskripsi
Feminax memiliki kandungan Paracetamol dan Hyoscine-N-Butilbromide. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri apapun termasuk nyeri haid serta nyeri perut.
Parasetamol adalah derivat p-aminofenol yang mempunyai sifat antipiretik dan analgesik. Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus aminobenzen dan mekanismenya diduga berdasarkan efek sentral. Sifat analgesik Parasetamol dapat menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Pada penggunaan per oral Parasetamol diserap dengan cepat melalui saluran cerna. Kadar maksimum dalam plasma dicapai dalam waktu 30 menit sampai 60 menit setelah pemberian. Parasetamol diekskresikan melalui ginjal, kurang dari 5% tanpa mengalami perubahan dan sebagian besar dalam bentuk terkonyugasi.
Hyoscine-N-Butilbromide adalah antispasmodik merupakan golongan obat yang memiliki sifat sebagai relaksan otot polos. Obat yang termasuk dalam kelas ini adalah antimuskarinik dan relaksan yang dipercaya bekerja langsung di otot halus usus. Sifat relaksan otot polos dari senyawa antimuskarinik dan obat antispasmodik lain mungkin bermanfaat untuk Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan penyakit divertikular.
Dosis
Dewasa: 1–2 tablet, 3 kali sehari
Anak-anak atau remaja usia 10–16 tahun: 1 tablet, 3 kali sehari
Aturan Pakai
Feminax lebih baik dikonsumsi sesudah makan.
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 ℃ (68-77 ℉), terlindung dari cahaya. Hindari dari jangkauan anak-anak.
Kemasan
Efek Samping
Feminax Tablet dapat menyebabkan efek samping seperti :
- Reaksi hipersensitivitas
- Ruam kulit
- Kelainan darah (termasuk trombositopenia, leukopenia, neutropenia)
- Mual, muntah, sakit perut bagian atas
- Kehilangan nafsu makan
- Urin berwarna gelap, feses berwarna pucat, kuning pada kulit dan mata, kelelahan, berkeringat lebih banyak, kulit memucat, terjadinya pembengkakan, tekanan darah rendah (hipotensi, Jantung berdetak cepat, memar atau pendarahan yang tidak wajar, penurunan jumlah sel darah putih, dosis besar menyebabkan kerusakan hati.
Interaksi Obat
Feminax dapat terjadi interaksi obat bila digunakan bersamaan dengan :
- Kolestiramin : dapat mengakibatkan penurunan penyerapan paracetamol.
- Rifampisin dan beberapa antikonvulsan (contoh: fenitoin, fenobarbital, karbamazepin) : dapat menurunkan kadar parasetamol serum.
- Metoclorpramide dan domperidone : dapat meningkatkan penyerapan paracetamol.
- Hindari penggunaan bersamaan AINS dengan AINS lainnya seperti asetosal (meningkatkan efek samping), ketorolac dapat meningkatkan efek samping seperti pendarahan pada lambung.
- Hindari penggunaan bersamaan dengan obat obatan SSP, karena dapat menurunkan efek kolinergik dari Hyoscine-N-Butilbromide.
Kontra Indikasi
Tidak boleh dikonsumsi oleh penderita dengan kondisi di bawah ini :
- Hipersensitivitas terhadap komponen obat
- Pasien dengan gangguan hati berat atau penyakit hati akut
- Kehamilan trimester akhir
- Pasien dengan ulkus peptikum (ulkus duodenum dan lambung), polip pada hidung, angioedema, asma, rinitis, serta urtikaria ketika menggunakan asam asetilsalisilat atau AINS lainnya.
Perhatian
Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin.Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.
Kandungan ekstrak hiosiami dalam Feminax dapat terserap ke dalam ASI dan menyebabkan bayi keracunan. Hindari mengonsumsi obat ini jika Anda sedang menyusui.
Segmentasi
Hijau
Manufaktur
Konimex





Ulasan
Belum ada ulasan.