Inerson 0,25% Salep 15 gram

Inerson 0,25% Salep 15 mg

Rp84.500

BELI DI TOKOPEDIA

BELI DI SHOPEE

Komposisi

Setiap tube (15 gram) mengandung Desoximethasone sebanyak 0.25%.

Kategori

Kulit

Indikasi Umum

Inerson Salep Kulit umumnya digunakan untuk meredakan gejala radang akut yang berat, kelainan kulit alergis dan kronis, psoriasis, khususnya penyakit eksim, dermatitis kontak, gigitan serangga dan eksim skabies bersama-sama dengan obat skabies.

Deskripsi

Inerson Salep Kulit adalah obat oles dengan kandungan Desoximethasone 0.25%.

Desoximethasone merupakan obat golongan kortikosteroid topikal dipakai untuk mengobati radang kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi, khususnya penyakit eksim, dermatitis kontak, gigitan serangga dan eksim skabies bersama-sama dengan obat skabies. Kortikosteroid menekan berbagai komponen reaksi pada saat digunakan saja; kortikosteroid sama sekali tidak menyembuhkan, dan bila pengobatan dihentikan kondisi semula mungkin muncul kembali. Obat-obat ini diindikasikan untuk menghilangkan gejala dan penekanan tanda-tanda penyakit bila cara lain seperti pemberian emolien tidak efektif.

Dosis

Dioleskan salep 1-2 x sehari pada kulit yang terinfeksi.

Aturan Pakai

Inerson Salep Kulit lebih baik digunakan pada bagian yang sakit/ radang/ gatal, dengan cara dibersihkan dahulu kemudian dioleskan tipis tipis.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25 ℃ (68-77 ℉), terlindung dari cahaya. Hindari dari jangkauan anak-anak.

Kemasan

Dus, Tube @ 15 gram

Efek Samping

Penggunaan Inerson Salep Kulit perlu untuk berhati-hati, karena absorpsi dari kulit dapat menyebabkan penekanan adrenal dan Cushing syndrome tergantung dari daerah tubuh yang diobati dan lamanya pengobatan. Perlu diingat bahwa absorpsi terbanyak terjadi dari kulit yang tipis, permukaan kasar serta  daerah lipatan kulit dan absorpsi ditingkatkan oleh adanya oklusi.

Efek samping lokal meliputi :

  • Penyebaran dan perburukan infeksi yang tidak diobati
  • Penipisan kulit yang belum tentu pulih setelah pengobatan dihentikan karena struktur asli mungkin tak akan kembali
  • Striae atrofis yang menetap
  • Dermatitis kontak
  • Dermatitis perioral
  • Jerawat, perburukan jerawat atau rosasea
  • Depigmentasi ringan, yang mungkin hanya sementara tetapi bisa menetap sebagai bercak-bercak putih
  • Hipertrikosis.

Interaksi Obat

Sejauh ini belum di laporkan interaksi obat, namun konsultasikan pada Dokter atau Apoteker anda jika menggunakan obat topikal lainnya.

Kontra Indikasi

  • Cacar air, sifilis, TBC, dan vaksinasi
  • Hipersensitifitas terhadap kandungan dari cream ini.
  • Lesi kulit akibat bakteri, jamur atau virus yang tidak diobati
  • Rosasea (jerawat rosasea) dan
  • Perioral dermatitis, kortikosteroid kuat dikontraindikasikan untuk plak psoriasis dengan sebaran yang luas.

Perhatian

Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.

Hindari penggunaan jangka panjang kortikosteroid topikal pada wajah karena dapat meninggalkan bekas yang tidak hilang (dan hindarkan dari mata). Pada anak-anak hindari penggunaan jangka panjang dan penggunaan kortikosteroid kuat atau sangat kuat harus di bawah pengawasan dokter spesialis. Peringatan keras juga ditujukan pada dermatosis pada bayi termasuk ruam popok, pengobatan sebaiknya dibatasi 5-7 hari. PSORIASIS. Penggunaan kortikosteroid kuat dan sangat kuat pada psoriasis dapat menyebabkan penyakit muncul lagi, timbulnya psoriasis pustular yang merata dan toksisitas lokal dan sistemik.

Kategori Kehamilan : C
Studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin(teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin.

Segmentasi

K Merah

Manufaktur

Interbat