Metronidazole 500 mg 10 Tablet (Generik)

Rp4.200

Stok 7

Deskripsi

Komposisi

Tiap tablet mengandung Metronidazole 500 mg.

Kategori

Antibiotik

Indikasi Umum

Untuk pengobatan Vaginosis bakteri (penyakit vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri), Gingivitis ulseratif nekrotikansi akut (salah satu komplikasi infeksi gusi yang paling awal), infeksi gigi akut, amoebiasis (infeksi usus besar dan terkadang infeksi hati), trikomoniasis (penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa parasit Trichomonas vaginalis), giardiasis (infeksi umum pada usus yang disebabkan oleh Giardia lamblia), infeksi bakteri anaerob, profilaksis (pencegahan) infeksi bakteri anaerob pasca operasi , pemberantasan H. pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum, bisul kaki dan luka tekan dan penyakit protozoa lainnya.

Deskripsi

Metronidazole adalah obat antibakteri/antibiotik yang berfungsi untuk pengobatan Vaginosis bakteri (penyakit vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri), Gingivitis ulseratif nekrotikansi akut (salah satu komplikasi infeksi gusi yang paling awal), infeksi gigi akut, amoebiasis (infeksi usus besar dan terkadang infeksi hati), trikomoniasis (penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa parasit Trichomonas vaginalis), giardiasis (infeksi umum pada usus yang disebabkan oleh Giardia lamblia), infeksi bakteri anaerob, profilaksis (pencegahan) infeksi bakteri anaerob pasca operasi , pemberantasan H. pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum, bisul kaki dan luka tekan dan penyakit protozoa lainnya. Obat ini memiliki kandungan Metronidazole sebanyak 500 mg. Metronidazole adalah antimikroba yang digunakan dalam pengobatan beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob dan protozoa seperti uretritis dan vaginitis karena Trichomonas vaginalis, amoebiasis di usus dan hati. Metronidazole adalah antimikroba yang termasuk golongan nitroimidazole. Bentuk tereduksi dan radikal bebas dari obat ini dapat berinteraksi dengan DNA menyebabkan degradasi dan penghambatan sintesis asam nukleat yang menyebabkan kematian mikroba.

Dosis

Amubiasis intestinal invasif

  • Dosis lazim dewasa : 800 mg setiap 8 jam selama 5 hari.
  • Anak usia 1 – 3 tahun : 200 mg setiap 8 jam.
  • Anak usia 3 – 7 tahun : 200 mg setiap 6 jam.
  • Anak usia 7 – 10 tahun : 200 – 400 mg setiap 8 jam.

Amubiasis ekstra intestinal (termasuk abses hepar) dan pembawa kista amuba asimtomatik

  • Dewasa : 400 – 800 mg setiap 8 jam selama 5 – 10 hari.
  • Anak usia 1 – 3 tahun : 100 – 200 mg setiap 8 jam.
  • Anak usia 3 – 7 tahun : 100 – 200 mg setiap 6 jam.
  • Anak usia 7-10 tahun : 200 – 400 mg setiap 8 jam.

Trikomoniasis urogenital

  • Dewasa : 200 mg setiap 8 jam selama 7 hari atau 400 – 500 mg setiap 12 jam selama 7 hari atau 800 mg pada pagi hari dan 1,2 gram pada malam hari selama 2 hari atau 2 gram dosis tunggal.
  • Anak usia 1 – 3 tahun : 50 mg setiap 8 jam selama 7 hari.
  • Anak usia 3 – 7 tahun : 100 mg setiap 12 jam.
  • Anak usia 7 – 10 tahun : 100 mg setiap 8 jam.

Giardiasis

  • Dewasa : 2 gram per hari selama 3 hari atau 500 mg 2 kali sehari selama 1 – 10 hari.
  • Anak usia 1 – 3 tahun : 500 mg per hari selama 3 hari.
  • Anak usia 3 – 7 tahun : 600 – 800 mg per hari.
  • Anak usia 7 – 10 tahun : 1 gram per hari.

Infeksi bakteri anaerob

  • Dewasa (durasi lazimnya 7 hari) : dosis awal 800 mg, kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam.
  • Anak : 7.5 mg/kg BB setiap 8 jam.

Infeksi Gigi Akut

  • Dosis lazim dewasa : 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari.

Profilaksis bedah

  • Dewasa : 400 mg setiap 8 jam dimulai 24 jam sebelum operasi, dilanjutkan sesudah operasi secara intravena atau rektal sampai pemberian oral dapat dilakukan lagi.
  • Anak : 7.5 mg/kg BB setiap 8 jam.

Aturan Pakai

Metronidazole dapat dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan).

Cara Penyimpanan

Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari dan jauhkan dari tempat yang lembab.

Kemasan

1 Strip @ 10 Tablet

Efek Samping

Mual, muntah, diare, konstipasi, anoreksia, sakit kepala, insomnia, mengantuk, pusing, ataksia, ruam kulit, biduran, gatal, kemerahan pada kulit, kebingungan atau halusinasi, tremor, mudah lelah, kehilangan nafsu makan, hepatitis, penyakit kuning, pankreatitis, glositis, stomatitis.

Interaksi Obat

Metronidazole dapat terjadi interaksi obat bila digunakan bersamaan dengan :

  • Ciclosporin : dapat meningkatkan kadar serum ciclosporin.
  • Flibanserin : dapat meningkatkan kadar atau efek flibanserin, sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping, seperti mual dan kelelahan.
  • Lomitapid : dapat meningkatkan kadar lomitapid, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala.
  • Busulfan : dapat meningkatkan kadar busulfan dalam plasma yang mengakibatkan toksisitas busulfan yang parah.
  • Fenobarbital dan fenitoin : dapat meningkatkan metabolisme dengan fenobarbital dan fenitoin yang mengakibatkan penurunan konsentrasi serum.
  • Disulfiram : dapat menghasilkan reaksi psikotik, sehingga dapat meningkatkan terjadinya toksisitas atau keracunan.
  • Dronabinol : dapat meningkatkan keracunan dronabinol.
  • Antikoagulan oral : dapat mempotensiasi efek antikoagulan oral.
  • Lithium : dapat meningkatkan risiko toksisitas lithium.
  • 5-fluorouracil : dapat mengurangi clearance ginjal yang mengakibatkan peningkatan toksisitas 5-fluorouracil.

Kontra Indikasi

Tidak boleh dikonsumsi oleh penderita dengan kondisi di bawah ini :

  • Hipersensitivitas terhadap obat Metronidazole
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi hati
  • Penderita penyakit susunan saraf pusat
  • Pasien dengan gagal ginjal stadium akhir (ESRD)
  • Pasien dengan atau riwayat kelainan pada darah (diskrasia darah), seperti kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis), rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia), dan rendahnya jumlah neutrofil (neutropenia)
  • Pasien dengan riwayat gangguan kejang (epilepsi)
  • Bayi usia di bawah 1 tahun
  • Wanita hamil dan menyusui.

Perhatian

Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter. Tidak boleh diberikan pada penderita hipersensitif, gangguan fungsi ginjal dan hati, penyakit susunan saraf pusat, gagal ginjal stadium akhir (ESRD), riwayat kelainan pada darah (diskrasia darah), gangguan kejang (epilepsi), bayi usia di bawah 1 tahun, ibu hamil dan menyusui. Metronidazole menyebabkan kantuk, jangan menggemudikan kendaraan atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini. Metronidazole tidak digunakan untuk mengobati infeksi oleh virus seperti flu. Metronidazole dapat menghambat efektivitas vaksin tertentu, terutama vaksin tifoid. Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi. Metronidazole harus digunakan sesuai dengan rekomendasi dokter, tetap lanjutkan terapi meskipun sudah merasa sembuh, hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi bakteri terhadap Metronidazole. Kategori Kehamilan : C (kehamilan trimester 1) Studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin. Kategori Kehamilan : B (kehamilan trimester 2 dan 3) Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya.

Segmentasi

K Merah

Manufaktur

Generik

Informasi Tambahan

Berat 0.01 kg
Dimensi 10 × 5 × 1 cm