CORTIDEX 0,5 mg 10 Tablet

Rp4.550

BELI DI TOKOPEDIA

BELI DI SHOPEE

Komposisi

Setiap tablet Cortidex mengandung Dexamethasone 0,5 mg

 

Kategori

Anti Inflamasi / Antiradang

Indikasi Umum

Supresi inflamasi dan gangguan alergi, Chusing’s disease, hiperplasia adrenal kongenital, edema serebral yang berhubungan dengan kehamilan, batuk yang disertai sesak napas, asma bronkial, penyakit rematik atau peradangan sendi, peradangan pada mata, reaksi anafilaksis.

 

Deskripsi

Cortidex 0.5 mg merupakan jenis obat antiinflamasi (antiradang) dengan kandungan dexamethasone 0,5 mg. Obat ini berfungsi untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi yang berupa gatal-gatal di kulit, dermatitis atau eksim, pembengkakan akibat radang, radang sendi, asma bronkhial, reaksi alergi obat dan sebagainya. Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid atau steorid yang bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.
Dexamethasone mempunyai aktivitas glukokortikoid sangat tinggi sedangkan aktivitas mneralokortikoidnya sangat rendah, sehingga digunakan untuk kondisi yang memerlukan kortikosteroid dosis tinggi tanpa retensi cairan yang membahayakan. Obat ini juga mempunyai masa kerja yang lama, dengan efek mineralokortikoidnya yang kecil sehingga kedua sifat ini sesuai untuk kondisi yang memerlukan supresi sekresi kortikotropin (hiperplasia adrenal kongenital).
Dalam penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Dosis

Dewasa : 0,5 – 10 mg per hari, dalam dosis terbagi (Sehari 1-6 tablet, dibagi dalam 2-4 dosis)
Anak : 0,02-0,3 mg/kg BB per hari, dalam 3-4 dosis terbagi.
Pemeliharaan : 2,5 – 7,5 mg per hari.

Aturan Pakai

Cortidex lebih baik dikonsumsi pada saat makan
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matarhari dan jauhkan dari tempat yang lembab.

Kemasan

1 Strip @ 10 Tablet

Interaksi Obat

Cortidex (dexamethasone) dapat terjadi interaksi bila digunakan bersamaan dengan :

  • Aspirin : dapat meningkatkan efek samping di saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Ciprofloxacin : dapat menyebabkan peradangan pada tendon (tendinitis).
  • Hydrocodone dan oxycodone : dapat menurunkan kadar hydrocodone dalam darah, yang akan mengurangi efek dalam meringankan rasa sakit.
  • Ibuprofen dan naproxen : dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping dalam saluran cerna, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Furosemide : dapat menyebabkan nyeri atau kram otot, kehilangan nafsu makan, kelemahan, dan pusing.

Efek Samping

Tukak lambung, dispepsia, osteoporosis, fraktur vertebrata (patah tulang belakang), iritasi perineal, abdominal distention, mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, pusing, edema, penurunan kadar kalium dalam darah, hipertensi, insomnia, peningkatan kadar glukosa dalam darah, kelelahan, gelisah, penglihatan kabur, miopati proksimal, avascular osteonecrosis, tendon rupture, supresi adrenal, haid tidak teratur dan amenore, Chusing’s syndrome, peningkatan nafsu makan, berat badan bertambah, pankreatitis akut, ulserasi esophageal dan kandidiasis.

 

Kontra Indikasi

Tidak boleh dikonsumsi oleh penderita dengan kondisi di bawah ini :
  • Hipersensitivitas terhadap obat Dextamethasone (glukokortikoid)
  • Penderita tulang rapuh (osteoporosis)
  • Penderita infeksi virus akut, seperti herpes zoster
  • Penderita infeksi jamur
  • Penderita ulkus peptikum
  • Penderita psikosis
  • Penderita tekanan darah tinggi.
  • Penderita dengan kadar glukosa darah tinggi.

Perhatian

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Hati-hati bila diberikan pada pasien penyakit tukak lambung, jantung, kencing manis, ginjal, hati, malaria, dan gangguan tiroid. Hati-hati pada penyakit infeksi, terutama pada mata dan infeksi lain yang disebabkan oleh virus. Hindari pemberian vaksin virus hidup pada pemberian dosis imunosupresif (respon serum antibodi berkurang).
Kategori Kehamilan : C (studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin.

Segmentasi

K Merah

Manufaktur

Sanbe Farma